Selasa, 24 Januari 2012

RUMAH KU dimana ISTANA KU


 Hujan selalu datang dan pergi. Rumah ku bocor. Air bukan aja menetes,tapi menguncur dan mengalir.dimana-mana. Di ruang tamu, dikamar tidur, dirung tengah. Merembes,Mengalir di  dinding. Bila hujan sangat deras. Membentuk genangan, membasahi lantai rumah.
 Membasahi tempat tidurku. Membasahi tempat tidur anak- anak ku ingga mereka berkata, Ayah..Ayah..IBU..IBU..Kapan Rumah kita Di perbaiki sambil meneteskan airmata. Ummi pun ikut mengeluarkan air mata membasahi pipinya sebelum membatu sang Air hujan membasahi lantai rumah kami.Aku bekerja mengatasi kebocoran. Tidak bisa. Kebocoran ini sistemik. Tak bisa diatasi dengan menempel atep dengan kantong pelastik bekas, Tidak Bisa. Kebocoran ini sudah terlalu parah. bocor, membentuk banjir.Banjir membentuk aliran dan gelombang.Gelombang air membentuk kerapuhan. Kerapuhan  membentuk keancuran. Keancuran membentuk kebinasaan. Kami hanya bisa . Berdiri termenung menyaksikan kebocoran rumah kami ini. Akan tidur dimana, sementara tempat tidur kami sudah basah kuyup oleh genangan air. Dinding, tubuhku basah kuyup kedinginan. Membayangkan sambil meneteskan air mata kebocoran rumah besar bernama INDONESIA. Indonesia tanah airku, Indonesia bangsaku, Indonesia tumpah darahku, Indonesia rumahku. Rumah besar yang bocor, dimana-mana. Bagaimana mengatasinya. Sudah terlalu parah kebocoran nya. Akan nyenyak tidur dimana ? Akan nyaman Tinggal dimana ? Rumah ini sudah penuh kebocoran.. Rumah tua, yang beratap bocor dan berdinding lapuk.


 Ini Bukan Puisi,Cerpen, atau kisah fiktif. Ini Cerita kami. Babak Dalam Kehidupan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Gunakan Komentar anda Dengan Sopan